Jumat, 28 September 2012

contoh makalah SEJARAH MARITIM



                                                                            
       TUGAS      
(SEJARAH MARITIM)
                                               









                                                                          DISUSUN OLEH :



UNIVERSITAS  MUHAMMADIYAH MATARAM (UMM)
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP)
2012/ 2013

DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL……………………………………………………………………………………......i
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………………………..ii
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………………..iii
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………………………………..1
1.1.Latar belakang………………………………………………………………………………….....1
1.2.Rumusan masalah………………………………………………………………………………..1
1.3.Tujuan penulisan………………………………………………………………………………….2
BAB II PEMBAHASAN…………………………………………………………………………………………...4
            2.1.petambangan…..…………………………………………………………………………………..5
            2.2.budaya bahari………………………………………………………………………………………5
            2.3.pelayaran…………………………………………………………………………………………….5
BAB III PENUTUP………………………………………………………………………………………………….6
4.1.Kesimpulan………………………………………………………………………………………….6
4.2.Kritik dan saran……………………………………………………………………………………6
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………………………………7





KATA PENGANTAR
Tidak ada frase yang tepat untuk diucapkan selain puji dan syukur kehadirat allah SWT yang maha arif dan bijaksana yang telah memberikan taufik dan hidayahnya serta nikmat yang terhitung kepadanya,sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan nilai dari pelajaran ini.
Sholawat serta salam ditunjukan hanya kepada figur yang sempurna yang senantiasa menjadi panutan dan teladan bagi umat manusia yaitu nabi besar Muhammad SAW,yang telah mengubah kehidupan dunia menjadi islam.Makalah ini dengan berjudul.KEBAHARIAN NUSANTARA




BAB I
                         PENDAHULUAN
1.   Latar belakang
nenek moyang bangsa Indonesia pada masa lalu  ternyata Telah dapat membangun kapal-kapal layar yang mampu mengarungi lautan sejauh kurang lebih 6.500 km yang merentang dari wilayah Nusantara sampai ke Madagaskar.Paralel dengan bukti sejarah di atas, ternyata jejak kebudayaan prasejarah bercirikan bahari Nusantara juga telah ditemukan di kawasan Austronesia. Jejak kebudayaan prasejarahNusantara selain berwujud perahu cadik jugaberupa rumpun bahasa Austronesia yang telahdipengaruhi sangat kuat oleh bahasa Nusantara.Pengaruh bahasa Nusantara ini ternyata ditemukanlebih dominan bila dibandingkan dengan pengaruhrumpun bahasa Indochina dan Vunan.Berbagai temuan bukti dan fakta masa prasejarahIndonesia di atas dapat memberikan pemahamanpada kita bahwa nenek moyang bangsa Indonesiaadalah seorang pelaut
asli bangsa pelaut atau pengembara
2.   Rumusan masalah
Bedasarkan judul dan latar belakang makalah tersebut diatas,maka yang menjadi rumusan masalahnya adalah:
·        Apa yang saja yang dipengaruhi oleh pelayaran,budaya bahari,dll?
·        Membahas secara garis besar tentang kebaharian nusantara?

3.   Tujuan penulisan
Sebagai bahan pembelajaran untuk kita semua apa sebanarnaya budaya bahari dan bagaimana cara melestarikan budaya bahari dll

BAB II
PEMBAHASAN
      i.            Pertambangan
Seperti yang kita ketahui bahwa pertambangan yang kini dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan ekonomi negara dan memperkaya dirisendiri teryata mendatangkan dampak buruk terhadap ekosistem yang ada dilaut .misalnya pertambangan timah,pengerukan pasir,dengan terus menerus dilakuka, maka banyak sekali dampak yang akan diakibatkan
Oleh karna itu penghapusan pasal tentang pertambangan karena bertentangan UU nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral batu bara dan energi dan UU nomor 27 tahun 2007 tentang pemanfaatan pulau-pulau kecil dan UU No32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Bertolak belakan dengan yang seharusnya.
Adapun dampak yang ditimbulkan dari aktivitas pertambangan di pesisir laut oleh Kapal Isap antara lain:
1.    Sebagian besar terumbu karang tertutup lumpur bahkan tertimbun oleh debu sisa penambangan timah lepas pantai. Kerusakan ekosistem alami peissir ini akhirnya berdampak pada menurunnya stock perikanan yang dibuktikan dengan menurunnya hasil tangkapan nelayan. Ini membuktikan bahwa kerusakan akibat penambangan berdampak hingga bermil-mil jauhnya. Dampaknya, harga ikan di Pulau Bangka menjadi mahal dan daya beli masyarakat terhadap ikan secara tidak langsung semakin menurun.
2.    Sedimentasi lumpur tersebut menyebabkan terumbu karang tertutup lumpur dan mati, yang berganti dengan makro alga, dan jika terus menerus dibiarkan daerah tersebut akan menghadapi bencana pangan dan ekologi akibat langkanya berbagai jenis ikan karena habitatnya telah dirusak. Kerusakan terumbu karang berdampak pada turunnya produksi ikan tangkap nelayan, karena semakin kecil ukuran ikan yang tertangkap semakin jauh daerah penangkapan ikan, hal ini mengakibatkan meningkatnya biaya produksi nelayan dan menyebabkan rendahnya pendapatan nelayan kecil dan harga ikan mahal.
3.    Pemulihan (recovery) ekosistem terumbu karang yang rusak akibat aktivitas penambangan sangat sulit untuk dilakukan. Ini karena telah terjadi perubahan tipe substrat dan tertutupnya terumbu karang oleh lumpur dan debu. Syarat utama untuk melakuakn rehabilitasi adalah tidak terjadi lagi tekanan ekologis. Ini artinya laut harus steril dari aktivitas penambangan lepas pantai.
4.    Akibat pengerukan timah di lepas pantai terjadi perubahan topografi pantai dari yang sebelumnya landai menjadi curam. Hal ini akan menyebabkan daya abrasi pantai semakin kuat dan terjadi perubahan garis pantai yang semakin mengarah ke daratan. Aktivitas pengerukan dan pembuangan sedimen akan menyebabkan perairan di sekitar penambangan mengalami kekeruhan yang luar biasa tinggi. Radius kekeruhan tersebut akan semakin jauh ke kawasan lainnya jika arus laut semakin kuat. Karenanya, meskipun pengerukan tidak dilakukan di sekitar daerah terumbu karang, namun sedimen yang terbawa oleh arus bisa mencapai daerah terumbu karang yang bersifat fotosintetik sangat rentan terhadap kekeruhan.
5.    Sekitar 50 persen terumbu karang di Provinsi Bangka Belitung (Babel) rusak akibat sedimentasi lumpur yang berasal dari aktivitas penambangan timah di perairan provinsi kepulauan berpenduduk 1,2 juta jiwa tersebut. kerusakan terjadi akibat terumbu karang tertutup lumpur terkait kegiatan kapal isap dan tambang inkonvensional (TI) apung yang terus menyedot timah di wilayah perairan. 30 titik wilayah perairan Pulau Bangka dan Belitung mulai 2007 hingga 2010, sebanyak 50 persen terumbu karang mengalami kerusakan akibat tertutup lumpur sebagai dampak beroperasinya kapal isap dan TI apung serta diperparah pengeboman ikan diperairan kedua pulau tersebut.Dampak negatif lain yang juga ditimbulkan dari kegiatan penambangan pasir laut yang segera terlihat adalah tenggelamnya pulau-pulau kecil yang berada di propinsi yang terdiri dari tiga ribuan pulau ini. Salah satu pulau kecil yang hampir tenggelam diantaranya adalah Pulau Nipah, merupakan pulau kecil yang tidak berpenghuni tetapi sangat penting peranannya. Kenapa demikian, karena pulau ini merupakan tanda dari batas kontinen negara kita dengan Singapura, bayangkan bila pulau ini benar-benar tenggelam atau hilang, yang diuntungkan adalah Singapura, karena kemudian dapat mengklaim bahwa luas wilayah negaranya telah bertambah.



   ii.            Budaya bahari
              ekonomi maritim harusnya jadi pilar utamanya. Kekuatan ekonomi itu dapat dikelompokkan; pertama, ekonomi pesisir dan laut termasuk pulau kecil (coastal and maritime economic) berbasiskan sumber daya alam yang antara lain budi daya laut, budi daya pantai, dan penangkapan ikan.  Budi daya laut berupa rumput laut, teripang, ikan hias laut, kerang hijau dan ikan karang ala jaring apung (kerapu, kakap).
Sementara itu, budi daya pantai yakni pertambakan udang dan ikan jenis kerapu lumpur maupun kakap
    pariwisata bahari (penyelaman, perhotelan dan resor, olahraga air, restoran, wisata pantai dan sejarah hingga keunikan pulau-pulau kecil). Termasuk wisata kekhasan budaya bahari mulai dari kearifan tradisional dalam mengelola sumber daya ikan,

iii.            pelayaran
Dalam catatan sejarah kebudayaan kemudian,diceritakan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia telah memahami dan menghayati arti dan kegunaan laut. Yaitu, sebagai sarana untuk memenuhi berbagai kebutuhan dan kepentingan antarbangsa,seperti halnya untuk perdagangan dan transportasi dan komunikasi dengan bangsa-bangsa yangmenjadi tetangganya,melalui pelayaran.
Bukti menunjukkan dengan jelas bahwa nenek moyangbangsa Indonesia pada masa itu ternyata telah dapat membangun kapal-kapal layar yang mampu mengarungi lautan sejauh kurang lebih 6.500 km yang merentang dari wilayah Nusantara sampai keMadagaskar.



BAB III
  PENUTUP
KESIMPULAN
Dari 3 apek ini semua mencangkup tentang kebaharian nusantara baik itu pertambangan,pelayaran,budaya bahari
Pertambanggan atau pengerukan perut bumi dapat mengakibatkan kerusakan pada tumbuh karang dan lain-lain
Pelayaran melalui pelayaran kita bangsa Indonesia pada masa lalu berkomunikasi dan berinterasi melalui jalur darat ini karna jaman dulu belum ada teknologi
Kebudayaan bahari mencangkup budidaya hayati dan non hayati dan pariwisata disekitar daerah kebaharian

SARAN
Jaga kekayaan laut kita  kalau bukan kita lalu siapa lagi






DAFTAR PUSTAKA



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar